Enter the content which will be displayed in sticky bar

Terapi ESWL

Terapi ESWL

ESWL (Extracorporeal Shockwave Lithostripsy) adalah suatu tindakan untuk mengeluarkan batu saluran kemih dengan cara memecahkannya (lithotripsy) menggunakan mesin yang berada di luar tubuh (extracorporeal). Mesin tersebiut menghasilkan energi berupa gelombang kejut (shockwave) yang diarahkan langsung ke lokasi batu. Dokter spesialis urologi akan menentukan batu yang tepat, yang dapat ditangani menggunakan mesin ini.

 

Pemeriksaan & Persiapan Sebelum ESWL
Setiap pasien wajib menjalani pemeriksaan meliputi wawancara, pemeriksaan fisis, laboratorium, dan rontgen. Pemeriksaan ini penting untuk menentukan diagnosis yang tepat serta cocok tidaknya pasien ditangani dengan mesin ESWL.
Dari hasil foto rontgen, dapat diperkirakan tingkat kekerasan dan ukuran batu tersebut. Tidak jarang, batu saluran kemih yang ukurannya cukup besar atau konsistensinya keras mengindikasikan batu tersebut harus dipecahkan lebih dari sekali tindakan ESWL.
Bagi pasien yang dinilai dapat ditangani dengan mesin ESWL, maka dokter akan menentukan jadwal pelaksanaan ESWL.

 

Pelaksanaan & Terapi ESWL

  • Pada waktu yang sudah ditentukan, pasien beserta pengantar datang ke ruang ESWL yang terletak di paviliun Graha Puspa Husada RSU Dr. Saiful Anwar Malang (lantai 3), dengan membawa semua hasil pemeriksaan dan foto rntgen
  • Pasien tidak perlu puasa. Selanjutnya pasien akan diperiksa sebentar oleh dokter atau perawat, kemudian diminta untuk ganti pakaian khusus yang telah disediakan.
  • Pasien dibaringkan di atas meja ESWL dengan posisi yang nyaman selama kurang lebih 1 jam dan tidak boleh bergerak selama dilakukan penembakan batu.
  • Setelah dokter menyetel posisi mesin untuk menentukan lokasi batu yang akan dipecah, proses pemecahan dimulai secara bertahap dan akan terdengar bunyi tak..tak..tak yang semakin cepat dan semakin keras. Nafas harus teratur agar batu tetap berada dalam daerah sasaran.
  • Selesai pelaksanaan terapi, pasien akan dibantu petugas turun dari meja ESWL.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hal-hal yang Terjadi Setelah Terapi ESWL:

  1. Hematuria atau kencing bercampur darah, bisa terjadi selama 1-2 hari pasca terapi. Pasien harus menghubungi dokter atau datang ke IRD RSSA bila hermaturi lebih dari 2 hari ataupun tidak bisa kencing karena tersumbat bekuan darah atau pecahan batu.
  2. Nyeri pinggang atau kolik, penanganan pertama adalah minum obat yang telah diberikan dokter dan bila tidak menolong hubungi dokter atau datang ke IRD.
  3. Bila suhu badan meningkat sampai 38,5°C atau lebih, apalagi bila disertai menggigil, segera hubungi dokter atau datang ke IRD. Dalam kondisi seperti ini, pasien perlu opname.
  4. Rasa seperti anyang-anyangen, terjadi bila pecahan batu telah turun dan masuk ke dalam kandung kemih. Untuk itu perbanyaklah minum, agar batu cepat keluar dan bila tindakan tersebut tidak menolong, dokter akan memberikan obat.

Hal-hal yang Harus Dilakukan Pasien Setelah Terapi ESWL

  1. Banyak minum, minimal 3 liter perhari. Ini penting untuk menggelontor pecahan batu.
  2. Banyak jalan-jalan atau loncat-loncat agar pecahan batu secepatnya keluar bersama kencing.
  3. Minum obat yang telah diberikan.
  4. Tidur dengan posisi miring ke arah berlawanan, misalnya yang ditembak batu ginjal kanan maka saat tidur sianjurkan miring ke kiri atau sebelah kanan berada di atas.
  5. Dalam beberapa hari setelah ESWL harus dibuat pemeriksaan rontgenulang, untuk menentukan keberhasilan penembakan.

Angka Keberhasilan Terapi ESWL
Sejak diketemukan mesin ini, telah banyak rumah sakit di seluruh dunia yang menggunakan mesin ini untuk menangani batu saluran kemih. Angka keberhasilan yang telah dilaporkan oleh para dokter spesialis urologi berkisar 70-95%. Kriteria penilaian keberhasilan, yaitu apabila 3 bulan setelah tindakan, dengan melalui pemeriksaan rontgen, semua pecahan batu telah bersih dari saluran kemih.

Written by